Eksistensi Sosiologi Dalam Masyarakat

Sosiologi merupakan sebuah  istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita. Sosiologi berarti berbicara atau ilmu tentang kawan. Dalam hal ini, kawan memiliki arti yang luas, tidak seperti dalam pengertian sehari-hari, yang mana kawan hanya digunakan untuk menunjuk hubungan di anatra dua orang atau lebih yang berusaha atau bekerja bersama. Kawan dalam pengertian ini merupakan hubungan antar-manusia, baik secara individu maupun kelompok, yang  meliputi seluruh macam hubungan, baik yang mendekatkan maupun yang menjauhkan, baik yang menuju kerpada bentuk kerjasama maupun yang menunu kepada permusuhan. Jadi, sosiologi adalah ilmu tentang berbagai hubungan antar-manusia yang terjadi di dalam masyarakat. Diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” (filsafat politik), karangan Agust Comte.  Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Sosiologi Modern lahir di Eropa karena merupakan pusat pertumbuhan peradaban dunia sehingga beragam ilmu pengetahuan berkembang pesat, termasuk sosiologi.

Eksistensi sosiologi, zaman dulu  belum begitu dikenal atau belum berkembang dengan pesat dimasyarakat.  Dibandingkan dengan ilmu-ilmu yang lain, yang sudah berkembang dengan pesat. Dahulu  dalam hal ilmu pengetahuan , sosiologi hanya di ajarakan di SMA saja, sedangkan sekarang seiring dengan perkembangan zaman, sosiologi sudah di ajarkan di SMP. Dan dengan demikian, eksistensi sosiologi di masyarakat untuk sekarang ini, sudah berkembang. Hal ini ditandai dengan diberikannya pelajaran sosiologi di SMP. Tidak hanya itu saja, untuk sekarang ini juga sudah banyak universitas-universitas yang memberikan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan sosiologi. Banyak manfaat yang kita peroleh dari mempelajari sosiologi, Sosiologi mempelajari tingkah laku manusia sebagai anggota masyarakat, bukan sebagai individu yang terlepas dari masyarakat. Fokus bahasan sosiologi adalah interaksi antar manusia dan pengaruh yang ditimbulkan dari interaksi tersebut. Sehingga kita bisa berinteraksi dengan masyaralat dengan baik. Tidak hanya tentang interaksi saja yang dibahas oleh sosiologi, tetapi juga membahas tentang perubahan dan perkembangan dalam masyarakat.

Global Warming

“Dunia tak seramah dulu”, itulah hal yang sering menjadi pemkiran setiap orang. Padahal jika kiat sadari manusialah yang sebenarnya tidak bersahabat pada alam dan dunia. Pemanasan global yang terjadi saat ini merupakan sesuatu yang tidak lagi asing bagi kita, tetapi hanya sedikit orang yang beraksi terhadap bahaya pemanasan global ini. Pemanasan Global adalah fenomena naiknya suhu permukaan bumi karena meningkatnya efek rumah kaca. Efek rumah kaca di atmosfer meningkat akibat adanya peningkatan kadar gas-gas rumah kaca, antara lain karbon dioksida, metana, ozon. Pemanasan Global atau Global Warming saat ini menjadi isu internasional. Isu tersebut timbul karena pemanasan global mempunyai dampak yang sangat besar bagi dunia dan kehidupan makhluk hidup, yaitu perubahan iklim dunia  dan kenaikan permukaan air laut .

Akibat  pemanasan global adalah Melihat ke masa depan dimana pemanasan global merupakan akibat dari meningkatnya kadar gas rumah kaca, sehingga suhu bumi naik. Pemanasan global adalah proses perubahan keadaan yang berjalan sangat lambat. Dampak utama dari pemanasan global adalah perubahan iklim global yang akan mengakibatkan antara lain peningkatan permukaan air laut, penurunan hasil panen pertanian dan perikanan, perubahan keanekarangam hayati, perubahan iklim global, kenaikan permukaan air laut. Salah satu akibat pemanasan global adalah dapat mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Pencairan tersebut dapat menyebabkan naiknya permukaan air laut. Perubahan keanekaragaman hayati. Setiap jenis tumbuhan dan hewan hanya dapat hidup dalam satu wilayah atau iklim yang sesuai dengan kebutuhannya. Indonesia, seperti banyak negara berkembang lain, nampaknya bukan salah satu penyumbang terbesar bagi pemanasan global saat ini. Pemanasan global akan menyebabkan naiknya permukaan air laut yang dikhawatirkan akan menenggelamkan daerah-daerah pesisir dataran rendah di bagian utara Jawa, timur Sumatera, selatan Sulawesi dan pulau-pulau Sunda Kecil. Tanda-tanda pemanasan global mungkin sudah mulai terlihat di Indonesia. Dalam sepuluh tahun terakhir, kita sudah mengalami tiga kali musim kemarau sangat panjang yang mempunyai dampak amat merugikan.

Cara mengurangi ancaman pemanasan global adalah dengan mengurangi konsentrasi gas rumah kaca. Tindakan mengurangi emisi gas rumah kaca yaitu kita harus melakukan konservasi energy atau efisiensi penggunaan energy secara lebih baik sesuai debgan kebutuhan, tidak hanya itu kita juga harus menghemat listrik untuk penerangan serta menghemat bahan bakar.

Masalah Transportasi di Indonesia

Kemacetan dan pencemaran dari sistem transportasi darat memang merupakan problema yang sulit dicari solusinya. Hal ini bukan saja menimpa kota Jakarta, namun kota-kota lainnya di Indonesia, bahkan kota-kota di dunia pun juga mengalami kesulitan dalam upaya mengurangi kemacetan dan menekan kadar polusi udara dari kendaraan bermotor. Dalam perencanaan sistem transportasi harus pula diprioritaskan untuk menekan dampak negatifnya bagi lingkungan dengan melihat semua aspek yang ada di dalam sistem transportasi, mulai dari perencanaan sistem transportasi, model transportasi, sarana, pola aliran lalu lintas, jenis mesin kendaraan dan bahan bakar yang digunakan berdasarkan prinsip hemat energi dan berwawasan lingkungan.

Dalam keadaan ini, umumnya upaya penataan sistem transportasi yang diterapkan lebih banyak bertujuan memecahkan masalah yang timbul sekarang dan berjangka pendek, tanpa integrasi yang sesuai dengan perencanaan kotanya. Padahal tanpa perbaikan mendasar pada aspek perencanaan sistem transportasi secara menyeluruh, masalah-masalah yang timbul beserta implikasi dampaknya tak akan dapat terpecahkan dengan tuntas. Akibatnya bisa menimbulkan berbagai permasalahan, diantaranya kemacetan dan tingginya kadar polusi udara akibat berbagai pencemaran dari asap kendaraan bermotor. Sehinnga dengan adanya permasalahn tersebut, pemerintah harus lebih sikap dalam mengatasinya serta harus mempunyai kebijakan atau aturan-aturan mengenai transportasi yang tidak menumbulkan polusi. Masalah yang terjadi tidak hanya masalah polusi udara saja tetapi juga banyak sekali masalah kecelakaan serta kemacetan yang terjadi di Indonesia. Banyak sekali kecelakaan yang terjadi di Indonesia, hal ini disebabkan karena kelalaian para kendaraan bermotor serta kondisi jalan yang rusak. Terutama, kecelakaan yang sering terjadi adalah kecelakaan angkutan umum di darat.

Selain itu, masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam mengatasi masalah tersebut, tidak hanya pemerintah saja yang harus mengatasinya tetapi juga masyarakatnya. Biarpun pemerintah sudah mengatasinya dengan memberikan kebijakan-kebijakan yang ada, tanpa adanya  partisipasi dari masyarakat maka dalam mengatasi masalah tersebut tidak berjalan dengan baik. Untuk itu masalah transportasi umum yang terjadi di Indonesia, memjadi tanggumg jawab kita semua selaku masyarakat Indonesia.

Fenomena Artis Masuk Dunia Politik

Belakangan ini fenomena artis yang masuk partai politik (Parpol) atau gonta ganti partai semakin marak. Ambil contoh Marissa Haque, Rano Karno dan Rieke Diah Pitaloka. Mereka masuk ke partai lain dan langsung diberi jabatan tinggi di parpol. Saat itu banyak yang pesimis terhadap kinerja artis yang berhasil masuk Senayan. Tahun 2009 artis yang lolos ke Senayan bertambah. Pesimistis yang sama kian mencuat. Masuknya artis di ranah politik, baik itu menjadi anggota legislatif atau pemilihan kepala daerah, bukanlah sesuatu yang ganjil atau aneh. Karena, semua warga negara punya hak politik yang sama. Namun, fenomena ini menunjukkan gagalnya parpol dalam membina kader-kadernya. Parpol hanya mematok target menang pilkada dan pemilu legislatif, dan  tidak memikirkan mutu atau potensi yang dimiliki kadernya atau anggotanya. Akhirnya, jalan pintas diambil, yakni memasang artis yang popularitasnya sudah jadi. Fenomena tersebut memang sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Banyak factor yang mendorong mereka untuk masuk dunia politik. Perlu dipertanyakan, Apakah mereka mengejar jabatan atau hanya  mencari popularitas saja?. Ada anggapan bahwa artis masuk dunia politik, karena sudah tidak laku lagi di dunia hiburan. Mereka mencoba peruntungan di dunia perpolitikan. Fenomena artis terjun ke dunia perpolotikan tidak hanya terjadi di Indonesia saja tetapi juga terjadi di Negara-negara lainnya seperti Amerika Serikat. Di masyarakat kita, dalam memperoleh dukungan, popularitas amatlah penting. Karena itu, selebritis yang identik dengan publikasi sangat mudah memperoleh dukungan politik.

Saat ini, fenomena popularitas artis dalam dunia politik juga disuburkan oleh kondisi dan karakteristik masyarakat Indonesia. Lepas dari popularitas kemampuan, pengalaman, srta program kerja yang dimiliki para kandidat partai politik, tidak menjadi perhatian dalam masyarakat. Tidak hanya itu, popularitas artis juga digunakan sebagai senjata ampuh untuk memenangkan suara rakyat. Fenomena artis dalam terjun ke dunia politik ini, dengan memanfaatkan popularitas, juga menjadi masalah jika sang artis tersebut tidak memiliki kemampuan dalam bidang perpolitikan. Hendaknya para artis, jika ingin masuk kedunia perpolitikan harus memilki kemampuan dalam bidang politik. Tidak hanya mengandalkan popularitasnya saja.

Bunuh Diri

Bunuh diri adalah gejala sosial pada masyarakat modern. Pluralisme (keberagaman) dan pembagian kerja pada masyarakat modern ini mau tidak mau ternyata mengakibatkan melemahnya kesadaran kolektif. Individualisme muncul ke permukaaan karena kekangan dan paksaan masyarakat atas individu berkurang. Ketika individu tidak siap untuk tampil dengan individualisme maka bisa saja ia menjadi linglung, individu kehilangan pegangan (anomi atau normlessness). Ketika kehilangan pegangan, ia lantas terbongkar keasliannya. Meski demikian, ada banyak faktor dari bunuh diri yang acapkali diabaikan.
Emile Durkheim (1857-1917) mengatakan bahwa perbuatan bunuh diri , erat berkaitan dengan faktor predisposisi psikologis tertentu, faktor keturunan dan kecenderungan seseorang meniru orang lain. Meski demikian, ia  tidak puas dengan jawaban minimalis tersebut. Ia menangkap ada banyak kasus bunuh diri yang disebabkan oleh faktor social. Durkheim merumuskan dan menguraikan tiga tipe bunuh diri yaitu bunuh diri egoistis, bunuh diri altruistis dan bunuh diri anomis.

Bunuh diri egoistis terutama disebabkan oleh egoisme yang tinggi pada orang yang bersangkutan. Egoisme adalah sikap individu yang tidak berintegrasi dengan grupnya, kelompoknya, kumpulannya, kumpulan agama dan sebagainya. Kalaupun ia berada dalam sebuah grup ia tidak total berada di dalamnya. Hidupnya tertutup untuk orang lain. Ia menutup diri. Ia terutama memikirkan dan mengusahakan kebutuhannya sendiri. Tujuan hidupnya demi kepentingan dirinya sendiri. Bunuh diri altruistis dipahami sebagai kebalikan dari bunuh diri egoistis. Individu terlalu berlebihan dalam integrasi dengan grup atau kelompoknya hingga di luar itu ia tidak memiliki identitas. Kelompoknya adalah identitasnya. Pengintegrasian yang berlebihan biasanya berdimensi memandang hidup di luar grup atau dalam pertentangan dengan grup sebagai tidak berharga.

Bunuh diri akibat anomi. Anomi atau normlessness adalah keadaan moral dimana orang yang bersangkutan kehilangan cita-cita, tujuan dan norma dalam hidupnya. Nilai-nilai yang biasa memotivasi dan mengarahkan perilakunya sudah tidak berpengaruh. Adapun penyebab yang sering dijumpai yaitu musibah dalam bentuk apapun. Kehadiran musibah menghantam cita-cita, tujuan dan norma hidupnya sehingga ia mengalami kekosongan hidup. Hidup terasa tidak berharga. Pada kontek inilah, di Indonesia kasus bunuh diri meningkat tajam sehingga orang rela bunuh diri dengan membakar diri, gantung diri, minum racun dan sebagainya. Banyak orang kehilangan cita-cita, tujuan dan norma         dalam   hidupnya. Keadaan anomi melanda masyarakat karena adanya perubahan sosial yang terlalu cepat. Nilai-nilai tradisional tidak mampu menjawabi persoalan-persoalan yang lahir dari perkembangan zaman. Di sisi lain juga dijumpai fakta bahwa suatu masyarakat yang tidak tidak peduli dan menjarak dari masa lampau dengan mengutamakan masa depan akan mudah terjerumus pada anomi. Dengan demikian perlu keseimbangan dalam melihat nilai-nilai yang ditawarkan oleh dunia. Nilai-nilai yang ditawarkan agama dari hari ke hari juga harus dinamis  sesuai  tuntutan zaman. .

selamat datang tahun 2010

di tahun 2010, haruzzz menjadi yang lebih baik !!!!!

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!